Prosesnya sederhana — dan bisa menyenangkan!
Menguleni adonan roti bisa menjadi salah satu langkah yang paling menyenangkan dari memanggang roti , tetapi gagasan itu dapat mengintimidasi beberapa tukang roti pemula. Setelah Anda memahami langkah-langkah sederhana, Anda akan melihat bagaimana dasar prosesnya dan tidak akan menghindar dari resep yang menyerukan untuk memijat. Ketika Anda memikirkannya, orang-orang telah memijat adonan dengan tangan selama ribuan tahun, jadi mengapa Anda tidak? Hanya membutuhkan 10 menit, sedikit tepung, dan dua tangan Anda sendiri.
Mengapa Kita Perlu Berlutut
Alasan menguleni adonan adalah bagian penting dari pembuatan roti adalah untuk menciptakan struktur dan kekuatan dalam adonan, menjadikannya lembut dan lembut dengan sedikit bantalan. Tepung mengandung dua protein yang bergabung membentuk gluten, yang bertanggung jawab untuk menciptakan tekstur elastis dalam adonan. Setelah bahan adonan dicampur, protein berada dalam pola acak dan disimpul bersama. Ketika adonan diremas, protein mulai berbaris sedemikian rupa sehingga untaian gluten berkembang dan menciptakan struktur yang memungkinkan untuk memerangkap gas dan adonan untuk naik.
Langkah Sederhana untuk Menguleni
Mengocok hanya membutuhkan waktu beberapa menit, hanya membutuhkan tangan Anda, permukaan yang rata, dan sedikit tepung agar adonan tidak lengket.
- Gunakan meja atau meja yang memungkinkan Anda untuk memperpanjang lengan Anda untuk menguleni adonan sambil tidak membuat Anda membungkuk di atas meja.
- Taburkan permukaan dengan tepung dan singkirkan adonan dari mangkuk ke atas meja.
- Mulailah menguleni adonan, mendorongnya ke bawah lalu ke luar, hanya menggunakan tumit tangan Anda.
- Lipat adonan menjadi dua bagian ke arah Anda dan tekan ke bawah. Kemudian gunakan tumit tangan Anda lagi untuk mendorong ke bawah dan ke luar, memperpanjang dan meregangkan untaian serat gluten dan adonan.
- Balikkan adonan sekitar 45 derajat dan remas lagi dengan tumit tangan Anda. Jika sudah lengket, tambahkan sedikit tepung.
- Lanjutkan menguleni, lipat dan balik adonan, hingga lembut dan kenyal.
Tips untuk Berlutut dengan Benar
Menguleni adalah teknik dasar dan berulang, tetapi masih ada beberapa hal yang perlu diingat untuk membuat proses lebih mudah dan lebih sukses.
- Menguleni bisa menjadi berantakan. Anda mungkin ingin memakai celemek atau pakaian lama untuk mencegah tepung dari pakaian yang bagus.
- Selalu sediakan gelas ukur tepung di samping area kerja Anda untuk mencegah adonan menempel ke counter atau papan penguleni Anda serta untuk sedikit mengeringkan tangan Anda dengan tepung agar adonan tidak menempel ke Anda.
- Namun, ingat untuk menambahkan terlalu banyak tepung, karena hal itu dapat menghasilkan roti yang rapuh. Jika adonan Anda terus lengket tetapi Anda merasa telah menambahkan tepung secukupnya, biarkan adonan bertahan selama 5 menit, yang memungkinkan air menyerap tepung; ini akan membuat adonan lebih mudah ditangani.
- Jika Anda tidak yakin apakah adonan sudah cukup diremas, Anda bisa melakukan tes "windowpane". Angkat sedikit adonan (seukuran bola golf) dan pegang di antara ibu jari dan dua jari pertama dari masing-masing tangan sehingga adonan ada di depan Anda. Kemudian, tarik perlahan jari-jari Anda dan jempol satu sama lain untuk meregangkan adonan. Jika adonan tidak pecah, itu berarti Anda sudah meremasnya cukup; jika selaputnya terpisah, Anda harus meremasnya sedikit lagi.